Tools
Login

You are here: Home » PRODUK KAMI » Pusat Jati » Penelitian
Thursday, 09 Sep 2010

Penelitian

E-mail Print PDF

Penelitian yang dilakukan Puslitbang Perhutani dilakukan dengan dua cara yaitu pertama melalui pemuliaan pohon dan silvikultur yang bertujuan untuk mendapatkan suatu tegakan yang mempunyai produktivitas hutan yang tinggi sedangkan pemuliaan pohon dilakukan secara konvensional dan bioteknologi. Penelitian kedua dilakukan melalui penataan manajemen SDH mulai dari produksi, industri dan pemasaran, agroforestry dan kehutanan masyarakat serta ekowisata dan jasa lingkungan.

Pemuliaan pohon jati di Perum Perhutani dimulai sudah sejak tahun 1982 dengan seleksi awal pohon plus dari populasi hutan alam maupun hutan tanaman jati di Indonesia. Saat ini telah dihasilkan koleksi 600 pohon plus, 300 pohon dari Pulau Jawa dan 300 pohon dari luar Jawa.

Pemuliaan pohon secara konvensional sebagai berikut :

1. Jati (Tectona grandis) : pohon plus merupakan materi genetic yang mempunyai fenotipe terbaik dalam suatu tegakan dibandingkan dengan pohon sekitarnya yang melewati seleksi awal pada tahun 1981 dan pada tahun 1983 dilakukan pembangunan Bank Klon dan KBK (Padangan, Cepu dan Randublatung). Pohon plus jati mempunyai kriteria yaitu produktivitasnya dominan tinggi dan diameter, kualitasnya tinggi bebas cabang 12 – 16 m, kemampuan meluruhkan cabang, tidak berbuncak, tidak berbanir dan serat lurus, resistensi terhadar hama dan penyakit, tanaman uji (keturunan, klon dan provenans).

JPP (Jati Plus Perhutani merupakan jati unggul produk Perhutani yang diperoleh dari program pemuliaan pohon. JPP dikembangkan melakui dua cara perbanyakan yaitu secara vegetative (stek pucuk dan kultur jaringan) dan secara genetatif dengan menggunakan biji JPP asalah kebuh benih klonal (KBK). Perkembangan saat ini, Perum Perhutani melalui Puslitbang Perhutani telah memperoleh dua klon unggulan hasil pemuliaan pohon dengan nama PHT I dan PHT II. PHT I dan PHT II telah mendapatkan hak PVT dari Pusat Perlindungan Varietas Tanaman Departemen Pertanian pada tahun 2009. Pada taraf produksi untuk penjualan, JPP yang dipasarkan adalah dalam bentuk biji JPP yang berasal dari sumber benih KBK serta semai JPP yang berasal dari perbanyakan secara generatif.

JPP yang terbaik

ü Bibit JPP

Harga : 1 s.d. 5.000 btg : Rp 4.000,-/btg

> 5.000 btg : Rp 3.500,-/btg

Spesifikasi bibit JPP : Sehat, batang berkayu, umur > 3 bulan, tinggi > 20 cm

Pembiakan : secara generatif dari Kebun Benih Klonal

ü Benih JPP

Harga : Rp 850.000,- / kg

Asal Sumber Benih : Kebun Benih Klonal

Spesifikasi Benih : - Ukuran Ø 10 – 12 mm

Ø 12 – 14 mm

Ø > 14 mm

Skarifikasi (SKR)

- Kadar air : 8 – 12 %

- Kemurnian : 99%

- Viabilitas : > 60%

2. Pinus (Pinus merkusii) : seleksi awal dilakukan sejak tahun 1976 sedangkan untuk criteria Pohon Pinus Bocor Getah adalah mampu menghasilkan getah minimal 50gr/phn/3 hari (produksi saat ini rata-rata 7 gr/phn/hari).

3. Sengon (Falcataria Moluccana) : seleksi awal sejak tahun 1991 dan pada tahun 2009 dilakukan pembangunan kebun benih semai (KBS Candiroto dan Ambulu).

Pemuliaan pohon secara bioteknologi sebagai berikut :

1. Laboratorium Kultur Jaringan :

ü Jati yaitu kegiatan penelitian dengan Uji Multiplikasi Kultur Jaringan Jati, untuk mendapatkan tanaman baru yang diharapkan sama dengan induknya.

ü Non Jati yaitu kegiatan penelitian penyegaran kultur invitro Damar, untuk mendpatkan tanaman baru yang diharapkan sama dengan induknya.

2. Laboratarium Biologi Seluler yaitu kegiatan penelitian dengan pendekatan perakitan jati unggul / fusi protoplas, melalui tahap optimalisasi multiplikasi embrio somatic dan penggandaan kromosom jati dan untuk mendapatkan tanaman jati triploid (3n)

3. Laboratorium Genetika Molekuler yaitu kegiatan penelitian dengan seleksi dan identifikasi sidik jari dan sidik ragam DNA dan untuk pengamanan materi genetik dan asal galur / keturunan tanaman.